Batu Merah Delima

Batu merah delima dikenal sebagai batu permata legandaris. Hampir semua orang tua sampai anak muda sudah mengetahui cerita mistis batu ini sebagai batu yang dianggap paling bertuah diantara sekian banyak batu permata. Bahkan batu mirah delima ditempatkan sebagai raja dari semua batu mustika yang ada di bumi.

Ahli permata menyebut batu ini dengan sebutan batu Ruby, asal kata dari bahasa latin Ruber yang berarti merah dan termasuk salah satu dari 4 permata paling berharga di dunia, selain safir, zamrud dan berlian.

1 mustika-merah-delima

Batu ini memiliki kekerasan 0.9 skala mohs atau lebih rendah satu tingkat dibawah batu berlian yang menempati urutan pertama sebagai batu permata termahal di dunia. Batu MD atau Ruby adalah jenis mineral korundum (aluminium oksida) dengan 2 warna yaitu merah muda dan merah tua (darah)

Dalam bebagai kebudayaan di dunia Batu Ruby/Merah Delima dikenal sebagai batu sakral dan dipercaya sebagai batu berkekuatan magis. Namun ahli supranatural membagi jenis batu ini menjadi dua macam yaitu Batu Merah Delima (Ruby)Dan Batu Mustika Merah Delima(batu berkekuatan magis). Untuk batu yang kedua inilah yang dianggap sebagai batu bertuah dan konon hanya bisa diperoleh dari alam ghaib.

Ketertarikan sebagian kolektor terhadap batu ini (Ruby) tak lepas dari asal asul dan sejarah batu ini yang telah dikenal dalam semua budaya di dunia, mulai dari awal sejarah hingga di zaman modern saat ini.

Di India misalnya, MD dikenak dengan ruby Ratnanayaka (penguasa permata) dan sebagian masyarakat percaya menyumbangkan ruby merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap Krishna yang diyakini akan lahir kembali sebagai kaisar dalam kehidupan di masa depan. Bahkan untuk memakainya mereka membaginya berdasarkan warna. Untuk warnah merah muda untuk wanita sedangkan untuk laki-laki berwarna merah tua (merah darah).

Sejarah Dan Asal Usul Batu Merah Delima
Batu merah delima dalam banyak kebudayaan memiliki cerita tersendiri. Di India misalnya ada yang mempercayai bahwa batu ini asalnya dari buah pada pohon dalam bentuk buah kecil berwarna putih. Namun lama kelamaan setelah mulai menua dan terkena sinar matahari maka bauh itu berubah menjadi merah dan siap di petik.

Pada zaman kekaisaran India seperti yang tertulis dibanyak kitab kuno sanksekerta pada masa lampau, masyarakat atau siapapun yang bisa menemukan batu merah delima maka akan mendapat penghormatan dan mendapat sambutan khusus dari kerajaan atas nama kaisar atau raja.

Dalam cerita legenda lainnya menyebutkan bahwa batu MD atau spinel yang mengeras berasal dari tetesan darah naga yang bertarung diangkasa lalu membeku dan mengkristal berwarna merah menyerupai darah. Dari sanalah muncul dua pendapat terkait jenis batu merah delima, ada yang betina dan ada yang jantan. Batu MD jantan atau berwarna merah tua cocok digunakan untuk kaum laki-laki dan MD merah muda cocok untuk dikenakan seorang wanita.

Di Indonesia MD dipercaya ditemukan dalam buah delima sehingga disebut mustika ‘Delima’. Karena itu ada yang mengatakan bahwa salah satu cici merah delima asli memiliki ukuran sebesar biji buah delima, jika memiliki ukuran lebih besar sudah dapat dipastikan palsu.

Untuk memiliki batu ini juga tidak mudah, karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memiliki meskipun ia mampu membeli dengan harga yang sangat mahal, karena jika tidak cocok, batu yang sudah dibelinya bisa kembali pada dunia asalnya di alam ghaib dan hanya orang-orang berpiritual tinggi saja yang bisa menaklukkan khodam batu MD.

Perburuan Batu Merah Delima
Pada masa Orde Baru, perburuan batu mustika pernah dilakukan secara besar-besaran, mulai dari mustika batu delima, samurai, rantai babi sampai rantai monyet pernah dijadikan obyek buruan. Bahkan tidak tanggung-tanggung, para pelakunya banyak melibatkan kalangan pejabat negara, konglomerat sampai petani.

Namun demikian tidak sedikit dari mereka yang terlibat yang jatuh bangkrut, terutama makelar yang pada umumnya berkantong tipis dan hanya bermodalkan jual kebun, mobil, becak sampai sepeda ontel. Karena untuk menjadi makelar barang-barang antik seperti itu, mereka harus keluar masuk hotel, baik untuk menemui pembeli sampai melakukan pengetesan.

Bahkan untuk mecari barang yang sesui dengan keinginan pembeli, tidak jarang mereka harus melanglang buana, keluar masuk desa di berbagai wilayah di Indonesia. Setelah barang ada, terkadang pembeli tidak ada, begitu juga sebaliknya, pembelinya ada tapi barangnya tidak ada. Pembeli dan barangnya ada setelah dilakukan pengetesan ternyata barang tidak lulus tes atau kadang harga tidak sepakat.

Pernah suatu ketika kami (red) diajak seorang teman, dia seorang makaler barang antik, sebut saja namanya Bpk Edi (bukan nama sebenarnya). Pada pukul 02.00 (tengah malam) kami meluncur ke sebuah desa di Bogor dan harus sampai ke tempat tuuan pukul 06.00(pagi) karena menurut informasi pembeli akan datang jam 07.00 pagi.

Sesampainya disana kami harus menunggu sampai tengah hari, namun pembeli tetap tidak datang, sampai akhirnya kami memutuskan kembali ke Jakarta dengan perasaan kecewa.

Kejadian seperti tak hanya sekali tapi berungkali tanpa membuahkan hasil sepeser pun bahkan dalam setiap beroperasi kami harus mengeluarkan biaya tidak sedikit, untung secara pribadi kami (red) tidak ikut ambil bagian dalam bisnis itu melainkan sebagai pengantar dan ikut-ikutan untuk sekedar mengetahui, Bagaimana barang seperti itu diperjual belikan dan kenyataannya memang tidak pernah ada satu pun transaksi yang sesungguhnya dilakukan selain hanya omong-omong saja.

Khasiat Batu Merah Delima
Dalam berbagai kebudayaan di dunia, kepercayaan masyarakat terhadap benda-benda yang dianggap bertuah sudah berlangsung sejak rubuan tahun, termasuk kepercayaan terhadap batu merah delima yang dianggap sebagai batu paling bertuah

Batu Merah delima dilambangkan sebagai bunga cinta, kasih sayang, keindahan, kekuasaan dan martabat. Selain itu, warna merah pada batu ini (elemen Api) dipercaya bisa untuk pemulihan kesehatan, memperkuat kerja jantung dan mengusir atau menghilangkan malankolis pada seseorang. Sedangkan Merah tua (darah) pada batu ini melambangkan kegairahan – Merah muda (pink) sebagai simbol kelembutan dan cinta

Orang timur mengartikan warna merah pada batu ini, sebagai simbol keberanian burung elang dan kekuatan singa, kebijaksanaan ular sehingga bagi mereka yang memakainya dipercaya akan memiliki dan membangkitkan sifat-sifat keberanian, kekuatan dan kebijaksanaan.

Merah Delima Sebagai Azimat dipercara sebagai perlindungan terhadap tindak kejahatan dan bencana.

Baca Juga:

Untuk penyembuhan : Dipercaya untuk melawan kelempuhan, mengobati penyakit jantung, mengatasi susah tidur (insomnia), radang sendi, Mengurangi tekanan darah tinggi, Anemia, rematik, asma, penyakit tulang, melancarkan peredaran darah dan asih banyak lagi. Namun, kepercayaan sebagian orang akan khasiat batu merah delima ini tergantung kepada peribadi masing-masing.

Advertisement
KOMENTAR ANDA