Cara Mengatasi Diare Pada Orang Dewasa Dan Anak Bayi

Cara mengatasi diare – Penyakit diare atau juga sering disebut mencret bisa dialami orang dewasa dan anak-anak termasuk anak yang masih bayi. Penyakit ini bisa menyerang kapan saja baik pada musim kemarau atau musim penghujan

Hanya saja pada musim penghujan dinilai sering menyerang dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang kotor akibat genangan air dan menguapnya selokan sebagai sarang bakteri terutama tempat yang sering terkena banjir. Akan tetapi pada musim kemarau diare juga bisa sering menyerang masyarakat, terutama mereka yang menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Mengatasi Diare

Pada musim kemarau biasanya kondisi cuaca yang panas akan memudahkan daya tahan tubuh menurun, ditambah lagi air disungai yang sudah tidak mengalir membuat konsentrasi kuman kian meningkat sehingga mengganggu kesehatan

Penyakit diare ini ditandai dengan seringnya buang air besar encer atau mencret  2-3 kali atau lebih dalam sehari, badan terasa lemas, demam dan sebagainya.

Penyebab Diare Pada Anak

Penyakit diare secara umum disebabkan infeksi kuman, atau bakteri, virus dan parasit dalam tubuh. Diare yang terjadi pada anak atau bayi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh rotavirus terutama bayi yang masih usia dibawah 2 tahun. Menurut catatan WHO angka diare pada anak akibat virus ini mencapai 15-15 persen

Rotavirus merupakan virus yang menyebabkan diare pada anak-anak dan umumnya terjadi pada bayi usia 6 s/d 24 bulan. Virus ini berbentuk roda dengan ukuran 100 nanometer dan dapat menolar pada orang lain

Virus ini sangat berbahaya bagi bayi dan biasanya menyerang secara tiba-tiba dengan gejala awal seperti demam, muntah, buang air encer yang berkepanjangan.

Selain disebabkan infeksi bakteri, diare juga bisa terjadi karena akibat alergi, kurang gizi penggunaan obat aintibiotik atau bisa juga dari makanan.

Cara Mengatasi Diare Secara Umum

1. Memberi Oralit
Penggunaan oralit dimaksudkan untuk memasok cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi karena banyaknya cairan yang keluar. Campurkan garam dan gula ke dalam 1 gelas air putih lalu diminumkan sedikit demi sedikit untuk mengindari muntah dan buang air.

2. Bubur (makanan mudah dicerna)
Memberi makanan yang lembut seperti bubur atau makanan yang terbuat darit tepung beras atau pisang agar mudah dicerna.

3. Air Putih Dan ASI
Memberikan cairan yang cukup untuk menggantikan cairan tubuh yang banyak keluar, selain itu juga bisa menghilangkan rasa sakit pada perut dan mengeluarkan gas yang terdapat dalam perut.

Untuk bayi yang diberikan Asi bisa terus dilanjutkan. Untuk membantu perut tetap selalu terisi sedangkan bagi anak yang tidak diberikan Asi, bisa diganti dengan makanan seperti bubur atau makanan yang mudah dicerna

Sedangkan penanganan atau cara mengatasi diare pada orang dewasa sebenarnya sama saja dengan pemberian cairan yang cukup dan merupakan salah satu solusi paling umum yang perlu dilakukan, karena penyakit diare sangat erat kaitannya dengan semakin berkurangnya cairan dalam tubuh akibat banyak terbuang.

Baca : Penyebab Penyakit Asam Lambung

Selama pemberian cairan terus dipantau, jika dalam waktu 12 jam kondisinya masih terus melemah atau pada saat menangis tidak mengeluarkan air mata, tidak mengompol dan suhu panasnya terus naik sebaiknya sebaiknya segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.

Advertisement
KOMENTAR ANDA