Cerita Sahabat Nabi Yang Bertawakal Kepada Allah Swt

Pengertian Tawakal ( توكُل ) adalah menyerahkan. Tawakal kepada Allah SWT yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah atau segala urusan yang telah dilakukan dalam usaha memperoleh kebaikan (maslahat) dan menolak mudharat (keburukan), semua hanya berpasrah kepada Allah SWT semata. Karena hanya Allah yang maha menentukan.

Agar menjadi orang yang Tawakal perlu dasar iman dan keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang bisa mendatangkan kemaslahatan dan kemudharatan. Dengan demikian sebagai mu’min maka tidak akan ada rasa gentar dan rasa khawatir sedikit pun semua yang akan dicapai setelah melakukan usaha atau ikhtiar.

Baca : Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Masih Hidup

sahabat nabi bertawakal

Rasa tawakal banyak ditunjukkan para sahabat nabi karena tingginya keimanan dan keyakinan mereka kepada Allah SWT. Salah satunya seperti yang ditunjukkan sahabat nabi yang bertawakal kepada Allah Swt yaitu Abdullah bin Mas’ud yang dikhawatirkan oleh sahabat-sahabat yang lain ketika akan membacakan Alqur’an secara terang-terangan di hadapan orang-orang quraisy. Kekhawatiran itu disebabkan Abdullah bin Mas’ud bertubuh kecil sehingga dikhawatirkan tidak bisa melindungi diri, jika terjadi sesuatu hal pada dirinya.

Namun keteguhan hati Abdullah Bin Mas’ud sudah benar-benar bulat. Berdasarkan rasa iman dan tawakkalnya kepada Allah SWT membuat hatinya tidak merasa gentar untuk berda’wah membacakan Alqur’an di hadapan kelompok orang-orang Quraisy.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abdullah bin Mas’ud adalah satu-satunya sahabat pertama yang berani membacakan Alqur’an secara terang-terangan didepan umum yang dihadiri petinggi-petinggi Quraisy.

Peristiwa itu bemula ketika pada suatu hari para sahabat sedang berkumpul, lalu mereka berkata:

والله ما سمعت قريش هذا القرآن يجهر لها به قط

“Demi Allah, kaum kafir Qurays itu, belum pernah sama sekali mendengarkan al-Qur’an dibacakan secara-terangan di depan mereka.”

Kemudian dalam pembicaraan itu mereka ingin ada yang berani melakukannya sampai akhirnya mereka saling menawarkan kepada siapapun dari mereka yang berani melakukan itu.

فمن رجل يسمعهموه..؟

“siapa yang berani melakukan?” salah seorang sahabat menawarkan.

فقال عبدالله بن مسعود:أنا

Abdullah Ibnu Mas’ud berkata,“Saya” jawabnya

Mendengar jawaban yang tiba-tiba dan singkat dari Abdullah Ibnu Mas’ud para sahabat tidak setuju dan khawatir jika Abdullah Ibnu Mas’ud yang melakukannya.

قالوا: ان نخشاهم عليك

Lalu para sahabat berkata, “Jangan saya khawatir pada keselamatan kamu!”.

Sedangkan para sahabat menginginkan yang melakukan itu, laki-laki yang memiliki kerabat atau dari keluarga yang kuat untuk membela dan mempertahankannya dari orang-orang quraisy itu jika mereka bermaksud melakukan hal yang jahat. Menurut riwayat ibnu mas’ud dari keluarga biasa sehingga mungkin wajar jika para sahabat khawatir, tapi dengan keimanan dan rasa tawakalnya yang kuat ia tidak merasa takut dan gentar, lalu ibnu mas’ud berkata

دعونى, فان الله سيمنعنى

“Biarkan saya, Allah yang akan menjaga saya” jawab Ibnu Mas’ud

Melihat tekadnya yang sudah bulat para shabat pun tak bisa mencegahnya. Kemudian pada keesokan harinya waktu dhuha dia berangkat menuju tempat orang-orang quraisy berkumpul di balai pertemuannya. Kemudian berdiri di atas panggung lalu dengan suara lantang ia membaca:

بسم الله الرحمن الرحيم, الرحمن, علم القرآن

Dan terus melanjutkan bacaannya, sambil menghadap ke arah mereka. Mendengar bacaan yang disampaikan Ibnu Mas’ud orang orang-orang quraisy yang berada di tempat tersebut bingung apa yang dibaca ibnu as’ud. Kemudian salah seorang dari mereka bertanya pada sesamanya.

ما يقول ابن ام عبد..؟

“Apa yang dikatakan anak Ummu ‘Abdin itu?” tanyanya

انه ليتلو بعض ما جاء به محمد

“Sungguhnya yang dia baca itu ialah yang dibaca oleh Muhammad.” jawab yang lain.

Mendengar jawaban itu kemudian mereka bangkit dan memukuli wajah Ibnu Mas’ud. Tapi Ibnu Mas’ud meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki Allah . Kemudian dengan wajah dan tubuh babak belur Ibnu Mas’ud kembali pada para sahabat

هذا الذي خشينا عليك ,فقالوا له

Menyaksikan wajah Ibnu mas’ud yang penuh luka, kemudian mereka berkata padanya,  “Ini yang kami takut atas kamu…!”

فقال: ما كان أعداء الله أهون عليّ منهم الآن، ولئن شئتم لأغادينّهم بمثلها غدا

Kemudian Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak ada yang lebih mudah bagiku menghadapi musuh-musuh Allah itu sekarang!, tapi kalau tuan-tuan semua menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi besok.”

Mendengar ucapan Ibnu Mas’ud yang masih menawarkan diri untuk membacakan Alqur’an di hadapan para quraisy itu,

قالوا: حسبك، فقد أسمعتهم ما يكرهون

kemudian para sahabat berkata, “ Cukup, kamu telah memperdengarkan  pada mereka apa yang mereka benci.”

Abdullah Ibnu Mas’ud menyadari bahwa menghadapi mereka (kaum Quraisy) bukan hal mudah. Disamping  mereka memang kuat, menurut riwayat, sahabat yang biasa dipanggil Ummu ‘Abdin  itu memang memiliki tubuh kerempeng, kecil dan kurus sehingga tidak mungkin untuk melawan quraisy yang didatanginya. Tapi berbekal rasa iman dan rasa tawakkalnya yang tinggi kepada Allah SWT ia tidak merasa gentar, bahkan masih menawarkan diri untuk menghadapi mereka dan melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukannya walaupun harus menerima penganiayaan. Itulah cerita sahabat nabi yang bertawakal kepada Allah Swt, semoga bermanfaat

Advertisement
KOMENTAR ANDA