Ikan Hias: Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Ikan cupang adalah jenis ikan yang banyak dipelihara, baik sebagai ikan hias atau untuk lomba. Untuk memiliki ikan cupang pada umumnya membelinya pada penjual ikan hias dan memeliharanya. Namun bagi mereka yang hobi memelihara ikan cupang dalam jumlah banyak lebih memilih mengembang biakkan sendiri sehingga tidak perlu membelinya lagi untuk memiliki koleksi ikan yang beragam.

Hanya saja mungkin tidak semua orang tahu cara mengawinkan ikan cupang yang benar terutama agar berhasil dan menetas menjadi ikan anakan sebagai calon ikan dewasa. Sebenarnya mengembang biakkan ikan ini cukup mudah dan tinggal mengikuti langka-langkah berikut ini :

ikan cupang

1. Memilih Indukan dan Pejantan
Indukan dan pejantan yang baik akan menghasilkan anakan yang baik pula. Karena itu pastikan memilih ikan yang berkualitas baik dengan cara bertanya pada yang lebih berpengalaman misalnya bertanya pada pedagang langsung yang secara umum lebih banyak tahu seputar ikan yang berkualitas.

Ciri indukan dan pejantan ikan cupang yang baik dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Cara Memilih Indukan:

  • Pilih indukan yang sudah berumur minimal 4 bulan atau lebih
  • Ciri tubuh besar
  • Terlihat sehat dan cerah

Memilih Pejantan

  • Agresif saat ketemu ikan lain
  • Bulu-bulu mengembang
  • Gerakan lincah dan gesit

2. Sipkan Tempat Untuk Memisahkan Betina Dan Jantan
Sebelum proses pemijahan dilakukan sebaiknya lakukan pemisahan tempat antara induk dan jantan selama kurang lebih 6-7 hari. Letakkan ikan jantan di tempat yang akan dijadikan pemijahan sedang betina ditempat yang lain dan pastikan memberi makan secukupnya selama memisahkan keduanya.

Cara memisahkan :

  • Siapkan tempat pemijahan berfungsi sebagai tempat telur menetas, gunakan wadah yang agak luas, bisa berupa aquarium kecil ukuran 30x20x15 (panjang x tinggi x lebar) wadah harus transparan jika tidak memiliki aquarium bisa menggunakan toples.
  • Isi air dengan ketinggian 15 cm
  • Lalu masukkan pejantan ke tempat pemijahan
  • Selanjutnya siapkan 1 wadah lagi untuk betina bisa berupa aquarium kecil atau toples biasa yang trasparan lalu kedua tempat itu dirapatkan agar kedua ikan itu saling berinteraksi meskipun ada dalam tempat berbeda.
  • Pemisahan dilakukan selama 6 hari, tergantung reaksi jantan pada betina ketika dipisahkan, jika jantan sudah tidak agresif lagi maka langkah selanjutnya

3. Menyatukan Untuk proses perkawinan
Setelah 6 hari, ambil betina dari tempatnya masukkan kedalam aquarium tempat si jantan, sambil memperhatikan reaksi si jantan. Biasanya pemisahan selama 5-6 hari akan mengundang reaksi si jantan untuk kawin. Jika terlihat tidak agresif dan membahayakan ikan betina maka alangkah selanjutnya menutup aquarium

Dalam jangka beberapa jam biasanya proses pembuahan akan mulai dilakukan si jantan dengan membuat gelumbung kecil sebagai tempat telur-telur calon anakan.  Proses perkawinan biasanya berlangsung siang dan sore hari. Sebaiknya dalam masa proses lebih sering diperiksa dengan membuka penutup sedikit saja biar tidak malu. Setelah indukan mengeluarkan telur ikan jantan akan mendekati telur itu dan memasukkan kedalam gelembung, sedangkan ikan betina biasanya akan terlihat kelelahan dan mengapung seperti mati

Pada saat itulah si jantan akan mengusir indukan dari dalam pemijahan, maka sebaiknya segera diangkat dari pemijahan dan letakkan ditempat lain, tugas selanjutnya akan diselesaikan ikan jantan hingga telur menetas selama kurang lebih dua hari. Biarkan selama kurang lebih 4 hari si jantan mengasuh anak-anaknya tapi jangan terlalu lama karena khawatir si jantan menjadi kanibal. Setelah 4 hari angkat si jantan,

Baca Juga: Ikan Hias: Cara Merawat Anak Ikan Cupang Agar Tidak Mati

Setelah semua proses pemijahan selesai, langkah selanjutnya merawat anak ikan cupang dengan memberi makan seperti kutu air atau cuk (jentik nyamuk). Untuk melakukan pembiakan cupang sebaiknya dilakukan saat musim kemarau.

Advertisement
KOMENTAR ANDA