Melatih Kucing Persia Agar Patuh Dan Penurut Terhadap Pemiliknya

Advertisement

melatih kucing persiaMemiliki kucing persia yang patuh dan penurut memang menyenangkan sehingga bisa menjadi hiburan – hanya saja tidak semua kucing ini patuh terhadap pemiliknya, tapi jangan khawatir, karena yang diperlukan hanya kesabaran untuk melatih dan memelihara agar menjadi penurut, biasanya agar menjadi penurut membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi jika dilakukan dengan dasar suka tidak akan terasa dan kita akan memiliki piaraan yang benar-benar menyenangkan.

Kucing persia termasuk salah satu dari jenis kucing yang disukai banyak orang, bulunya yang  panjang dan lebat menjadi daya tarik tersendiri, belum wajahnya yang tampak lucu dan menggemaskan sering membuat orang terpesona sehingga terdorong untuk memiliki, bahkan jenis hewan piaraan ini biasanya sangat penurut terhadap pemiliknya sehingga bisa dijadikan teman bermain yang menyenangkan

Namun seperti yang telah disebutkan pada tulisan sebelumnya, bahwa kucing termasuk binatang liar yang memiliki karakter ingin selalu bebas dan cendrung mengikuti kebiasaannya hidup di alam liar, walaupun istilah ‘Kucing’ yang selama ini kita kenal identik dengan hewan jinak yang selalu berdampingan dengan manusia, namun kita tetap harus melatihnya agar menjadi penurut agar sesuai dengan kehidupan dilingkungan manusia

Berikut ini cara yang bisa dipraktekkan untuk membuat kucing bisa jinak dan penurut atau patuh sesuai lingkungan hidupnya saat ini:

1. Memberi Makan
Memberi makan pada waktunya dan jangan sampai kucing merasa lapar, misalnya 3 kali sehari pagi, siang dan sore. Hal itu untuk melatih atau membiasakan kucing hidup dalam ketergantungan pada pemiliknya sehingga membuat kucing menjadi patuh. Biasanya meskipun terlambat dikasih makan, asal sebelumnya biasa diberi makan, kucing tidak akan mengambil makan sembarangan dan masih menunggu sang pemilik memberinya makan.

Berbeda halnya dengan kucing yang sengaja di terlantarkan biasanya ia akan mengambil makanan sendiri walaupun terkadang tampak diam dan kalem saat ada pemiliknya, namun saat lengah ia akan mengambilnya.

Karena itu membiasakan memberi makan pada waktunya dan pada tempat yang sengaja disediakan khusus, maka pada saat kucing merasa lapar ia akan mendekati tempat tersebut untuk makan.

2. Minum
Begitu halnya dengan minum. Biasanya setelah makan kucing akan mencari minum,  untuk itu selalu sediakan minum ditempat khusus, sehingga setelah makan kucing akan mendekati tempat tersebut untuk minum

3. Buang Kotoran
Kucing secara alamiah termasuk hewan yang bersih dan tidak mau membuang kotorannya sembarangan apalagi jika mengganggu manusia, namun jika kondisinya terpaksa ia bisa membuang kotorannya dimana saja, untuk itu sediakan tempat (toilet) khusus agar terbiasa membuang kotoran ditempat yang sudah disediakan,

Caranya setelah tempat disediakan, antarkan kucing pada tempat tersebut, misalnya pagi dan sore untuk membuang air. Jika tidak mau patuh dan masih buang air ditempatnya semula, bersihkan tempat sebelumnya  lalu ambil sedikit dari kotorannya letakkan ditempat yang baru agar tahu bahwa ditempat itu toilet khusus untuknya.

4. Bercanda
Adakalanya hewan juga membuatuhkan suasana riang dan tidak semata-mata berburu makanan dan tidur, tapi juga membutuhkan waktu rilek. Ajak kucing bercanda misalnya dengan melemparkan bola kecil agar bisa dijadikan obyek permain atau apa saja yang sekiranya tertarik.

5. Mengenal Lingkungan
Biarkan kucing dapat mengenali lingkungan dan kebiasaan disekitarnya, agar tidak takut dan stres misalnya memperkenalnya suara mesin cuci, penghisap debu, suara pintu, tamu dll, dengan demikian akan membuatnya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dilingkungan tersebut

6. Percaya Diri
Membuat kucing tampak lebih percaya diri dan tidak merasa takut terhadap keadaan disekiranya akan membuat kucing lebih pintar, sehingga mampu berinteraksi dengan pemiliknya.

Seperti biasa kucing memiliki naluri liar, namun pada saat tertentu akan menjadi penurut bahkan menjadi penakut jika tidak bisa memperlakukannya dengan baik. Jika ada prilakunya yang tidak cocok sebaiknya jangan memukulnya cukup dengan isyarat bahwa hal itu tidak diperbolehkan

Misalnya mengucapkan kata ‘jangan’ dengan nada halus sambil menjaukan dengan cara mengangkat kucing secara berlahan dari obyek yang akan diambilnya, jika masih belum paham bisa dengan cara mencipratkan sedikit air diwajahnya. Tapi jangan membentak misalnya ‘Hus Hus’ karena hanya akan membuatnya takut namun pada saat pemiliknya lengah akan mengulang kembali

Advertisement
KOMENTAR ANDA