Panduan & Tata Cara Sholat Dhuha, Niat Dan Bacaan Do’anya

Shalat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari, sejak mata hari terbit hingga menjelang waktu Dhuhur atau jika dihitung dengan waktu sekitar pukul 07.30 pagi – 11.00 siang. Pelaksanaan shalat ini sebagai bentuk penghambaan atau kepatuhan dan ungkapan rasa terima kasih sebagai muslim yang (beriman) atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT, terutama nikmat Iman dan Islam.

Pengertian Dhuha adalah waktu tertentu di siang hari atau pagi hari, saat matahari terbit dengan ketinggian 7 hasta atau sepenggalahan dan berakhir hingga menjelang waktu shalat dhuhur, namun mengenai waktu yang benar sebagian ulama berbeda pendapat. Mazhab Asy-Syafi’I menerangkan sejak matahari terbit namun lebih disukai jika menunggu matahari meninggi atau mengakhirinya.

1 duha

Para Ulama (Ahli Fiqih) mengartikan Dhuha :

Mabaina irtifa’i ssyamsi ila zawaliha
duha2
Ibadah solat duha merupakan salah satudari  sholat sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW untuk selalu dikerjakan selain sholat sunnah lain seperti sholat tahajud, witir atau lainnya seperti sholat sunnah rawatib yaitu shalat yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib 5 waktu.

Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkan shalat ini semasa hidupnya dan termasuk diantara tiga perkara yang sangat dianjurkan Rasulullah untuk selalu dikerjakan berkaitan dengan ibadah shalat sunnah dan puasa sunnah. 3 perkara itu yaitu : Puasa 3 hari setiap bulan dan Sholat dhuha dan witir sebelum tidur.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah pernah berkata:

dhuha1

Waktu Dan Jumlah Raka’at Sholat Dhuha
Jumlah raka’at pada shalat ini sama dengan solat sunnah lain, minimal dikerjakan 2 raka’at diakhiri dengan salam, namun bagi mereka yang mampu mengerjakan termasuk memiliki banyak waktu untuk mengerjakan bisa melaksanakan sampai 12 raka’at dan setiap 2 raka’at diakhiri dengan salam.

Rasulullah mengerjakan Dhuha sebanyak delapan raka’at, dalam hadits Rasulullah menyebutkan maksimal adalah 12 raka’at. Artinya bahwa shalat ini bisa dikerjakan 2 sampai 12 raka’at sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia.

Waktu dhuha : Dari kata
(ضُحَى)
atau di definisikan waktu ketika matahari memiliki ketinggian sepenggalahan atau setinggi tombak. Jika diartikan pada hitungan waktu sekitar pukul 07.30 pagi atau pukul 08.00 s/d pukul 11.00 siang (menjelang waktu shalat dhuhur).

Satu tombok adalah ukuran ketinggian menurut pandangan mata, atau bisa katakan waktu berakhirnya larangan melakukan sholat yaitu setelah waktu subuh, seperti disebutkan dalam hadits:

dhuha3

Waktu paling utama melakukan dhuha yaitu ketika matahari sudah mulai terasa panas atau pada saat waktu dhuha akan berakhir, seperti telah disebutkan dalam sebuah hadits:
dhuha4
Sedangkan waktu berakhirnya Shalat Dhuha, berdasarkan hadists yang menerangkan larangan sholat dalam tiga waktu yaitu saat matahari terbit sampai tinggi, saat bayangan seseorang yang berdiri berada ditengah sampai matahari tergelincir, ketika matahari akan tenggelam .” (HR. Muslim no. 1926)

Tata Cara Shalat Dhuha
1. Membaca Niat Dalam hati sambil mengucapkan lafdz takbir

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُحَي رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ

Allaahu Akbar…. Dalam hati mengucap niat : Saya niat shalat dhuha dua rakaat karena Allah.

2. Membaca do’a iftitah (jika sudah hafal)
3. Membaca Alfatihah
4. Membaca surat pendek Al-qur’an :
– Raka’at pertama membaca surat Al-Kafirun (dianjurkan)
– Raka’at ke dua membaca aurat Al-Ikhlas
5. Mengucap salam (mengakhiri sholat)

Baca : Panduan Tata Cara Shalat Witir, Bacaan Doa Dan Niatnya

Setelah sholat berakhir atau tidak akan melanjutkan shlat lagi bisa langsung berdo’a menggunakan do’a berikut ini (hukumnya sunnah)

Do’a Sholat Dhuha
do'a-dhuha6

Keutamaan Shalat Dhuha
Ada banyak keutamaan atau manfaat bagi mereka yang melaksanakan dhuha diantaranya, Ampunan dosa, Allah akan melapangkan atau memudahkan untuk urusan dunia (rezeki). Shalat ini bisa dilaksanakan dimana saja dirumah sebelum berangkat kerja, dikantor atau bahkan di pinggir jalan jika memang kondisinya mendesak yang penting dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil

Advertisement
KOMENTAR ANDA