Panduan Tata Cara Tayamum, Niat Dan Bacaan Do’anya

Tayamum merupakan cara alternatif menghilangkan hadast atau sebagai ganti wudhu karena tidak adanya air untuk melakukan wudhu. Kasus seperti ini sering terjadi katika musim kemarau panjang karena tidak air dan kekeringan dan sebagai gantinya dengan cara tayamum agar bisa melaksanakan shalat. Disamping karena kemarau dan tidak ada air, tayamum bisa dilakukan oleh orang yang berhalangan misalnya tidak bisa terkena air.

Pada umumnya penyebab seseorang boleh melakukan tayamum selain karena tidak air, seperti orang sakit yang tidak diperbolehkan terkena air, atau pada bagian anggota wudhu’nya ada penyakit yang tidak boleh terkena air, maka orang tersebut bisa menggunakan abu untuk bersuci dari hadats sehingga tetap bisa melaksakan shalat.

Kata tayamum berasal dari kata bahasa Arab: تيمم  berarti bersuci (wudhu/mandi) tanpa menggunakan air karena tidak ada air setelah melakukan pencarian air di banyak tempat sehingga bisa diganti menggunakan debu yang suci. Jarak mencari air untuk bisa bertayammum sebagian ulama berbeda pendapat. Ada yang 150 meter hingga 4 km meter dari tempat tinggal. Hitunga jarak terjauh boleh dilakukan jika benar-benar diyakini ada air setelah sampai ditempat tersebut.

Penggunaan abu yang dimaksud tidak mutlak berupa debu atau benar-benar debu seperti yang kita lihat sehari-hari, melainkan sesuatu yang berada dipermukaan bumi yang berasal dari bumi atau tanah, diantaranya bisa berupa tanah liat, batu, pasir dan debu yang biasa dilihat disekitar

Menggunakan debu dalam bertayamum sebagian ulama berbeda pendapat ada yang mengatakan harus debu merujuk pada pengertian sha’id. Ssedang ulama lain mengatakan bahwa pengertian sho’id adalah sesuatu yang berada di permukaan bumi termasuk debu, pasir, batu, kapur dan lain-lain, berdasarkan hadits :

dalil-tayamum

 

Jika makna sho’id diartikan sebagai sesuatu yang ada dipermukaan bumi, seperti batu, pasir dan lainnya, maka tayamum tidak mutlak harus menggunakan abu atau debu seperti yang biasa kita lihat. Pengertian sho’id juga bisa merujuk pada hadits berikut

bacaan1

Dalam Hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa setiap yang berada dipermukaan bumi bisa digunakan untuk bersuci (wudhu/mandi) jika tidak ada debu bisa menggunakan selain debu asal menempel dipermukaan bumi
Untuk lebih lengkapnya berikut ini cara tayamum yang benar :

Pertama: Mengucap Niat Tayamum (Niat Dalam Hati)
Berikut ini bacaan niat tayamum :

baacan-niat-tayamum

1. Setelah Membaca niat tayamum, kemudian letakkan ke dua belah tapak tangan di atas debu, perhatikan gambar:

1tayamum -0837736287821
2. Kemudian usapkan ke dua tangan pada wajah (muka) secara bersamaan, lihat gambar:

2tayamum -0837736287821
3. Mengusap dua belah tangan kanan dengan debu, dimulai dari belakang tangan dengan dua kali usapan, perhatikan gambar:

3tayamum -08377362878214. Berikutnya mengusap tangan kiri, lakukan seperti cara sebelumnya, lihat gambar:

4tayamum -0837736287821

Tayammum Di Atas Kendaraan

Alasan diperbolehkan tayamum, disamping karena sakit atau karena ada halangan pada anggota wudhu yang tidak diperbolehkan terkena air, tayamum juga bisa dilakukan karena dalam perjalanan atau diatas kendaraan. Ketika seseorang bepergian, baik mengendarai mobil atau pesawat dan berkeinginan untuk melaksanakan shalat, namun tidak air maka diperbolehkan tayamum.

Sayarat untuk bisa melakukan hal itu harus ada abu dalam kendaraan tersebut misalnya dikursi seperti telah dikatakan Ibnu Qudamah mengatakan, “Jika ada orang yang menepukkan kedua tangannya di kain wol, baju, kantong, atau pelana, dan ada debu yang menempel di tangannya lalu dia gunakan untuk tayammum, hukumnya boleh.

Dari penjelasan tersebut, bahwa untuk membersihkan hadats dengan tayamum bisa dilakukan diatas kendaraan. Misalnya ada orang yang menepukkantangannya diatas batu atau tembok atau di kursi pesawat dan ada abu menempel ditangannya, maka diperbolehkan digunakan untuk tayamum. Namun jika di kursi atau di tempat duduk kendaraan itu tidak berdebu, maka tidak boleh bertayamum.

Itulah tata cara tayamum untuk menggantikan wudhu karena ada halangan menggunakan air atau karena tidak adanya air, sehingga bisa melakukan tayamum untuk bisa melaksanakan shalat

Advertisement
KOMENTAR ANDA