Pengertian Sujud Tilawah, Tata Cara Melakukan Dan Bacaannya

Sujud Tilawah adalah sujud yang dilakukan karena mendengar bacaan ayat sajadah dalam Al-qur’an. Pengertian kata ’tilawah’ berasal dari katabahasa Rab (يَتْلُو – تِلاَوَةً) yang berarti membaca atau bacaan. Secara istilah berarti membaca Al-qur’an dengan bacaan yang baik, benar sesuai dengan kaidah yang berlaku seperti penggunaan tajwid, makhraj dan tartil.

Bacaan Alqur’an yang benar sesuai dengan aturan yang berlaku seperti penggunaan tajwid dan makhroj atau tempat keluarnya huruf akan menghasilkan bacaan yang bagus dan tidak terkesan asal-asalan. Pengguaan makhraj atau tajwid yang salah akan berakibat pada berubahnya makna pada ayat dalam Alqur’an.

sujud tilawah

Mungkin tidak banyak yang menyadari tentang hal ini, misalnya bacaan atau kalimat yang sering kita dengar dalam khutbah jum’at. Pada akhir khutbah ada kalimat ‘Waladzikrullah’ yang berarti Dan mengingat Allah. (perhatikan kata=la) وَلَذِكْرُ اللَّهِ

Bandingkan dengan ‘Walaadzikrullah’ yang berarti Dan tidak mengingat Allah, jika dilihat atau didengar sepintas tidak ada perbedaan, tapi (perhatikan kata=laa) dobel huruf ‘a’ ولاذِكْرُ اللَّهِdengan kasalahan membaca pendek menjadi panjang pada huruf la akan berubah arti. Bacaan panjang pendek dalam ilmu tajwid disebut (Mad)

Jika ada kesalahan baca seperti itu, tentu akan berubah arti/makna pada kata tersebut hanya karena salah mengucapkan dari pendek diubah menjadi panjang. Hal seperti itu bisa terjadi jika membaca Alqur’an tidak begitu paham tajwid atau tidak paham penulisan huruf arab dan makhraj.

Salah satu contoh kecil kesalahan yang sering terjadi dalam mengucapkan huruf (makhraj), terutama jika hanya membacanya berdasarkan ejaan bahasa Indonesia seperti huruf ( ﮬ dengan huruf ﺡ) = Ha, huruf  (ﺬ  dengan huruf ﺰ ) = Dza. Contoh kata Adzan sering dibaca Ajan atau Azan dan lain-lain.

Dalam Al-qur’an Allah berfirman :

وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Artinya: “…Dan bacalah (olehmu) Al Qur’an dengan tartil (yang sebenar-benarnya). (QS: Al Muzzammil:4)

Agar bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan tartil, tentu kita perlu mempelajari bacaan Al-qur’an dengan baik dan benar yang bisa diistilahkan ‘tahsin tilawah Al Qur’an’ atau memperbaiki bacaan Al-qur’an dengan cara mempelajari tajwid dan melatih bacaan huruf-huruf sesuai makhraj.

Adapun nama surat dalam Al-qur’an yang terdapat ayat-ayat Sajadah, ada yang mengatakan 15 ada pula yang mengatakan hanya 10 ayat saja al:

1. Al-qur’an Surat : A’raf Ayat 206
2. Al-qur’an Surat : Ar-Ra’d Ayat 15
3. Al-qur’an Surat : An-Nahl Ayat 49
4. Al-qur’an Surat : Al-Isra Ayat 107
5. Al-qur’an Surat : Maryam Ayat 58
6. Al-qur’an Surat : Al-Haj Ayat 18
7. Al-qur’an Surat : An-Naml Ayat 25
8. Al-qur’an Surat : As-Sajadah Ayat 15
9. Al-qur’an Surat : Al-Furqan Ayat 60
10. Al-qur’an Surat : Fussilat Ayat 38
11. Al-qur’an Surat : Al-Haj Ayat 77
12. Al-qur’an Surat : An-Najm Ayat 62
13. Al-qur’an Surat : Al-Insyiqaq Ayat 21
14. Al-qur’an Surat : Al-Alaq Ayat 19
15. Al-qur’an Surat : Shad Ayat 28

Hukum Sujud Tilawah Dan Keutamaannya

Hukum sujud Tilawah menurut mayoritas ulama adalah sunnah dan merupakan amalan yang disyari’atkan atau diperintahkan untuk dilakukan bagi orang yang mendengarkan bacaan ayat sajadah atau yang membaca ayat tersebut. Karena berhukum sunnah dan tidak wajib maka, seandainya tidak melakukan sujud tidak berdosa namun tidak mendapatkan keutamaan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melakukan sujud Tilawah ketika mendengar atau membaca ayat sajadah. Di riwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim dari Umar.
Bahwa pada hari Jum’at Rasulullah membaca surat An-Nahl di atas mimbar. Ketika sampai pada ayat as-Sajadah, Kemudian beliau turun dan sujud, lalu dikuti orang-orang (ikut sujud). Pada hari Jum’at berikutnya membaca surat yang sama dan ketika sampai pada ayat sajadah, ia berkata:

“Wahai manusia, kita bukanlah diwajibkan untuk sujud Tilawah itu, maka barang siapa yang sujud, benarlah ia, sedang yang tidak sujud, tidak pula berdosa.”

Keutamaan Sujud Tilawah
Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ، اِعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُوْلُ: يَاوَيْلَهُ، أُمِرَ بِالسُّجُوْدِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُوْدِ فَعَصَيْتُ فَلِيَ النَّارُ.

“Jika anak Adam membaca ayat Sajdah kemudian bersujud, maka syaitan menjauh darinya sambil menangis dan berkata, ‘Alangkah celakanya. Dia diperintah sujud kemudian bersujud, lalu ia mendapat Surga. Sedangkan aku diperintah sujud namun membangkang, lalu aku mendapat Neraka.’

Tata Cara Melakukan Sujud Tilawah

Cara melakukan sujud tilawah dan bacaan dalam sujud, bisa menggunakan bacaan seperti dalam shalat Berikut ini caranya:

Cara Sujud Tilawah

  1. Lebih Utama jika dimulai keadaan berdiri
  2. Tidak perlu takbiratul ihram (tidak disyari’atkan)
  3. Cara Sujudnya sama dengan sujud dalam shalat
  4. Tidak perlu salam
  5. Bacaan dalam sujud “Subhaana robbiyal a’laa” atau bisa membaca seperti yang juga pernah dilakukan Rasulullah berikut ini

Dari ‘Ali Radhiyallahu anhu, bahwa ketika Rasulullah sujud mengucapkan doa berikut ini:

bacaan sujud tilawah

Allaahumma sajadtu, wabika aamantu, walaka aslamtu, anta robbii, sajada wajhiya lilladzii saqqo sam’ahu wabashorohu, tabaarokallahu, ahsanul kholiqiin

Mengenai bacaan dalam sujud tilawah banyak pendapat berbeda, jika tidak mutlah harus mengikuti yang bacaan panjang dan cukup dengan bacaan pendek seperti telah disebutkan di atas.

Advertisement
KOMENTAR ANDA