Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B Dan C

Penyakit hepatitis adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis yang meyerang bagian organ hati sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada hati jika tidak mendapat penanganan dan pengobatan dengan baik.

Penyakit Hepatitis termasuk salah satu penyakit paling ditakuti di dunia dan merupakan salah satu penyakit paling mematikan. Penyakit Hepatitis C disejajarkan dengan HIV, Tebercolosis dan Malaria. Penyakit ini selama ini dikenal sebagai penyakit paling mematikan dan belum ditemukan obatnya secara efektif

beda hepatitis a,b, dan c

Terkait penyakit hepatitis C pada tahun 2010 lalu organisasi kesehatan dunia WHO telah menetapkan penyakit ini sebagai penyakit berbahaya dan menempatkan sejajar dengan jenis penyakit berbahaya lain yang harus diwaspadai

Hingga saat ini penderita hepatitis C diperkirakan mncapai 150 ribu orang di seluruh dunia dan meninggal sekitar 350-500 ribu akibat penyakit yang dideritanya. Di Asia sendiri penderita penyakit Hepatitis C meninggal mencapai 120 jiwa pertahun. Sementara Indonesia masuk peringkat ke-3 pengidap hepatitis C terbanyak di dunia

Jenis Dan Perbedaan Penyakit Hepatitis A, B Dan C

Jenis penyakit hepatitis dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahannya dan masing-masing penyakit ini disebut dengan nama berdasarkan abjad seperti Hepatitis A, B dan C. Ditemukan juga jenis hepatitis D, E, F dan G. Sedangkan dari masing-masing penyakit hepatitis ini memiliki cara pengobatan berbeda termasuk cara penularannya.

Kebanyakan masyarakat mengira bahwa semua penyakit Hepatitis ini dianggap sebagai penyakit hati yang sama dengan resiko yang sama, padahal tidak demikian. Hepatitis memiliki tingkatan berbeda berdasarkan keparahannya hepatitis A termasuk dalam kadar ringan, sedangkan kadar yang paling berat adalah Hepatitis C.

Di Indonesia penyakit ini bukan termasuk penyakit langka dan banyak di derita oleh masyarakat, bahkan Indonesia masuk peringkat ke 3 dengan penderita hepatitis terbesar di dunia, baik penderita hepatitis A, B maupun C.

Hepatitis merupakan jenis penyakit yang disebabkan virus yang meyerang organ hati sehingga menimbulkan kerusakan atau peradangan pada hati dan ke tiga jenis penyakit ini sama-sama disebabkan virus yaitu:

  • Hepatitis Virus tipe A (HVA)
  • Hepatitis Virus tipe B (HVB) dan
  • Hepatitis Virus tipe C (HVC).

Namun ketiganya memiliki cara penularan berbeda satu dengan yang lain. Selain ketiga jenis hepatitis tersebut telah ditemukan juga jenis hepatitis D, E, F dan G. Misalnya pada hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus HDV DAN termasuk dalam golongan dari infeksi Hepatitis B yang bisa menyebabkan infeksi semakin parah. Sedangkan hepatitis E meyerupai hepatitis A dan hanya ditemukan di negara-negara berkembang. Untuk kasus hepatitis F masih dalam jumlah kasus terbatas dan tidak seperti jenis hepatitis lain. Hepatitis G sering menginfeksi secara bersamaan dengan kasus hepatitis B dan C

Berikut ini perbedaan lebih jelas antara Hepatitis A, B dan C, seperti dilansir Mayoclinic.

Penyakit Hepatitis A

Jenis Hepatitis yang disebabkan virus HVA ini atau hepatitis A dapat ditemukan pada kotoran (tinja) dan cara penularannya bisa melalui makanan atau minuman yang terinfiksi virus tersebut dan juga bisa menular melalui hubungan badn antara penderita dengan orang yang masih sehat.
Orang yang terkena atau terinfeksi hepatitis A biasanya jarang fatal terutama bagi mereka yang masih muda. Untuk mengetahui infeksi perlu dilakukan tes darah, namun pencegahan sangat diperlukan seperti pemberian vaksin sangat efektif dilakukan terutama bagi anak-anak.
Gejala Hepatitis A

Gejala pada jenis penyakit ini biasanya serupa dengan gejala penyakit lainnya sehingga jarang sekali seseorang mengetahui bahwa dirinya terjangkit atau terinfeksi penyakit yang cukup berbahaya. Gejala yang muncul biasanya seperti mual dan muntah termasuk badan lemas dan mudah lelah.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini tidak meimbulkan gejala sama sekali atau sedikit saja gejala yang muncul terutama mereka yang masih usia muda. Namun biasanya gejala akan muncul setelah 2-6 minggu setelah terinfeksi dan akan berakhir setelah delapan minggu kemudian.

Beberapa gejala hepatitis A dintaranya:

  • mual dan muntah
  • Badan lemas dan terasa lelah
  • Nafsu makan hilang
  • Nyeri pada perut kanan dibawah rusuk
  • Kulit dan putih mata berubah warna mrnjadi kuning
  • Badan demam
  • Air seni berwarna gelap
  • Otot terasa nyeri
  • Mencret saat buang air

Sejak pertama kali terinfeksi dan gejala menghilang biasanya penyakit ini akan kembali kambuh setelah 6 bulan kemudian. Namun pada umumnya hepatitis A jarang berakibat fatal dan penderita masih bisa beraktivitas seperti biasa dan bisa sembuh, hanya saja diperlukan istirahat cukup dan menjaga kebersihan.

Hal yang harus diketahui bahwa infeksi hepatitis A sangat berkaitan dengan kebersihan. Agar terhindar dari penyakit ini usahakan untuk selalu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, seperti selalu mencuci tangan sebelum makan dan lain-lain.

Sebagian besar infeksi hepatitis A tidak sampai berkembang lebih serius seperti yang terjadi pada hepatitis B dan C dimana pada kondisi yang lebih serius bisa berkembang menjadi kanker hati

Namun jenis penyakit ini, sebaiknya tetap perlu diwaspadai mengingat mereka yang terinfeksi hepatitis A, tentu saja akan mengganggu produktivitas dan aktivitas terlebih jika harus menjalani perawatan di rumah sakit. Untuk pengobatan hepatitis A sendiri sebenarnya tidak ada yang spesifik karena pada pada umumnya mereka yang terinfeksi akan bisa pulih kembali dalam 1 atau 2 bulan

Penyakit Hepatitis B
Hepatitis B adalah jenis penyakit yang bisa menimbulkan peradangan dan merusak hati sehingga membuat hati menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penyakit ini masuk dalam dalam kategori penyakit berbahaya. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan ada sekitar 780 ribu jiwa meninggal dunia setiap tahunnya akibat mengidap penyakit ini.

Penyakit yang disebabkan Virus tipe B (HVB) ini dapat menular pada orang lain yang sehat melalui darah, kontak seksual, jarum suntik atau transfusi darah. Penularan juga bisa terjadi dari seorang ibu hamil yang mengedap hepatitis terhadap janin yang dikandungnya.

Pada kasus tertentu atau sebagian penderita bisa menjadi hepatitis kronis yang dapat menyebabkan kanker hati atau serosis hati. Orang sehat yang terinfeksi penyakit ini tidak akan terlihat mengidap sebuah penyakit, karena biasanya gejala akan mmuncul setelah 3 bulan kemudian baik yang bersifat ringan atau langsung parah. Gejala yang muncul sama dengan hepatitis A seperti mual, muntah, badan demam, nyeri otot dan lain-lain.

Penyakit Hepatitis C
Hepatitis C merupakan jenis hepatitis paling parah dibanding hepatitis A dan B. Namun cara penularannya tidak jauh berbeda dengan hepatitis jenis lainnya seperti menular melalui darah, transfusi darah atau penggunaan jarum suntik bergantian (tukar jarum suntik) pengguna narkoba

Mereka yang terinfeksi pada umumnya tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidap penyakit berbahaya dan mematikan. Karena hampir sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala apapun sehingga seringkali terabaikan dan baru akan sadar setelah mulai terjadi kerusakan pada hati, karena itu infeksi virus hepatitis C ini sering disebut silent infection (infeksi terselubung) atau infeksi tidak bergejala

Infeksi Hepatitis C Akut dan Kronis

Infeksi Virus ini bisa menyebabkan infeksi akut dan kronis. Infeksi Hepatitis C akut adalah infeksi yang terjadi pada enam bulan pertama saat terjadi infeksi dan biasanya tidak menimbulkan gejala bagi penderita namun jarang mematikan. Bahkan penderita hepatitis C akut berhasil sembuh tanpa adanya penanganan khusus.

Infeksi Hepatitis C kronis adalah infeksi dimana penderita akan terpapar virus hepatitis C dalam jangka yang lama, maka dari itu disebut infeksi kronis. Sehingga penderita memiliki resiko besar terkena sirosis hati dalam jangka 20 tahun sejak pertama kali terinfeksi.

Sirosis hati adalah terbentuknya jaringan parut atau fibrosis pada hati dimana hati mengalami kerusakan jangka panjang dan kronis sehingga fungsi hati menjadi terhambat, bahkan komplikasi yang terjadi bisa berakibat sangat fatal seperti terjadinya gagal hati pada penderita yang diperkirakan mencapai 20 persen, sedangkan 5 persen berisiko bisa terkena kanker hati.

Penularan Hepatitis C

Cara penularan hepatitis C memiliki kesamaan dengan jenis hepatiti lainnya dimana virus hepatitis C berkembang dalam darah sehingga bila seseroang terkontak langsung dengan darah penderita, kemungkinan tertular cukup besar.

Cara penularan paling umum penularan virus ini melalui jarum suntik yang digunakan secara bersamaan (saling tukar jarum suntik) seperti pengguna narkoba yang bebagi jarum suntik atau jarum yang dijadikan alat pembuat tato.

Selain itu, kebiasaan saling tukar barang pribadi juga memiliki resiko tertular penyakit ini seperti sikat gigi, guntik kuku dan lain-lain. Namun hepatitis C tidak menular melalui air susu ibu, makanan dan minuman termasuk juga tidak menular seperti bersalaman atau saling berpelukan dengan penderita

Cara Pengobatan Hepatitis C
Mengetahui seseorang terinfeksi virus hepatitis C diperluakan pemeriksaan atau menjalani tes darah terutama mereka yang memiliki resiko tinggi tertular virus ini seperti mereka yang biasa dan aktif menggunakan obat-obatan terlarang dengan jarum suntik atau orang yang pernah melakukan transfusi darah

Mereka yang tertular hepatitis C tida selamanya membutuhkan pengobatan khusus karena pengidapa hepatitis C akut umumnya akan sembuh tanpa perlu penanganan khusus, berbeda halnya dengan penderita hepatitis C kronis yang sangat diperlukan penanganan khusus seperti pemberian obat-obatan anti virus yang berfungsi untuk menghentikan penyebaran dan perkembangan virus dalam tubuh penderita sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan hati lebih parah.

Penggunakan obat antivirus yang banyak digunakan selama ini seperti interferon dan ribavirin. Biasanya penggunaan obat tersebut dikombinasikan dengan 2 jenis obat lain yaitu boceprevir dan telaprevir jenis obat hepatitis yang baru ditemukan oleh pakar kesehatan untuk mengatasi virus hepatitis C

Advertisement
KOMENTAR ANDA