Sinusitis – Gejala, Penyebab Dan Cara Mengobati

Sinusitis merupakan suatu kondisi medis dimana rongga di sekitar saluran pernafasan (sinus) mengalami pembekakan atau peradangan. Penyakit ini termasuk umum dan sering dialami banyak orang di semua umur. Sinusitis umumnya menyerang suatu daerah atau negara berhawa dingin. Di Amerika misalnya, jumlah penderita sinusitis cukup besar dibandingkan negara lain atau mencapai angka 24 hingga 34 juta kasus.

Penyebab utama sinusitis karena infeksi, alergi dan masalah-masalah lain seperti kelainan bawaan termasuk karena terjangkit virus dan bakteri. Namun biasanya keluhan sinus yang diakibatkan virus akan sembuh dengan sendirinya setelah kurang lebih 10 hari sejak pertama kali penyakit ini menyerang.

penyakit sinusitis

Sinus merupakan rongga berisi udara, terletak di bagian belakang tulang wajah dan tengkorak, namun ketika cairan menyumbat dan menggenang pada rongga tersebut maka semua jenis kuman, bakteri, virus dan jamur akan dengan mudah berkembang sehingga menimbulkan infeksi dan mengakibatkan terjadinya peradangan dan inflamasi (pembengkakan).

Berikut ini sinus yang terletak pada wajah dan tengkorak:

  • Frontalis (Bagian Bawah Dahi),
  • Maxillaris (Tulang Pipi),
  • Sphenoidalis (Bagian Belakang Rongga Hidung), Dan
  • Ethmoidalis (Antara Hidung Dan Mata).

Pada empat bagian tengkorak tersebut dikenal sebagai sinus paranasal.

TANDA DAN GEJALA SINUSITIS
Gejala awal pada penderita sinusitis biasanya ditandai hidung tersumbut sehingga sulit bernafas dan biasanya keluar lendir berwarna hijau. Ada rasa nyeri di wajah terlebih bila sedikit ditekan di bagian dagu, dahi atau mata.

Munculnya panyakit sinus ini bisa karena adanya infeksi pada saluran pernafasan biasanya akan sembuh dengan cepat. Tapi jika tidak segera diatasi bisa memicu infeksi lebih parah

Sinusitis dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jangka waktu sakit atau jenis peradangan yang dialami:

1. Sinusitis Akut
Sinusitis akut biasanya terjadi secara tiba-tiba dan bisa sembuh dalam waktu singkat baik dengan obat atau tanpa obat.

2. Sinusitis Sub-akut
Jenis sinusitis subakut biasanya akan berlangsung selama lebih dari 3 minggu – 3 bulan, namun tidak lebih dari itu

3. Sinusitis Kronis
Pada kasus sinusitis kronis penderita akan mengalami sinusitis hingga 3 bulan, namun demikian biasanya tidak bersifat parah hanya waktunya saja yang lama . Penyebab sinusitis kronis akibat infeksi bakteri atau karena alergi ynag menyebabkan dinding membran hidung dan sinus menglami peradangan, gejala pada sinusitis kronis diantaranya

  • Keluar ingus di hidung
  • Kepala terasa berat dan sakit
  • Nyeri pada wajah
  • Bau nafas kurang sedap
  • Indera penciuman berkurang

4. Sinusitis Menular
Sinusitis yang disebabkan bakteri umumnya tidak menular, sedangkan sinusitis yang disebabkan virus seperti flu bisa menular,. Cara penularan bisa melalui sentuhan secara langsung atau lewat cairan (bersin).

Gejala sinusitis secara umum bisa dilihat dari beberapa ciri berikut:

  • Mukus tebal berwarna hijau
  • Wajah berubah memerah
  • Keluar lendir berlebih dan meler
  • Batuk dan demam
  • Sakit kepala yang diikuti rasa nyeri di wajah
  • Hidung tersumbat
  • Didaerah hidung, mata, dahi dan pipi biasanya mengalami pembekakan disertai rasa nyeri
  • Batuk terutama di malam hari
  • Nyeri telinga
  • Badan terasa lelah
  • Gigi sakit
  • Indra penciuman dan perasa berkurang
  • Bau mulut tidak sedap

Setiap penderita ada kemungkinan memiliki gejala berbeda, namun secara umum bisa dilihat beberapa gejala seperti yang telah disebutkan.

PENYEBAB SINUSITIS

Penyakit sinusitis bisa disebabkan banyak hal yang kemudian terjadi peradangan dan pembekakan pada sinus, namun secara umum karena infeksi virus, bakteri dan jamur, biasanya penderita akan pulih setelah beberapa hari.

Berikut ini beberapa penyebab umum kasus sinusitis yang sering terjadi:

1. Polip Hidung
Adanya daging tumbuh dalam hidung (polip) yang bisa disebabkan banyak faktor, seperti diantaranya akibat penimbunan cairan di sekitar sinus pada rongga hidung sehingga menyebabkan hidung tersembut dan menurunkan fungsi penciuman

2. Alergi
Bagi sebagian orang alergi bisa mengganggu saluran pernafasan termasuk juga dapat memicu gannguan kesehatan lain termasuk sinusitis. Bila alergi tidak segera mendapat penanganan atau tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan peradangan, karena menumpuknya cairan dalam hidung. Akibat yang timbul akan membuat bakteri atau mikroorganisme mudah berkembang sebagai penyebab infeksi

3. Virus
Virus menyebabkan pilek, flu dan dapat mengganggu saluran pernafasan atau hidung, termasuk dapat menyebabkan sinusitis karena tempatnya yang berdekatan dengan hidung sehingga ada kemungkinan virus berpindah tempat masuk ke sinus. Penyakit sinus yang disebabkan infeksi virus akan bertahan lebih lama dari pada penyakit flu yang dialami

4. Infeksi gigi
Sakit gigi pada umumnya disebabkan bakteri yang bersarang dibagian mulut terutama disela-sela gigi dan gusi. Bakteri ini bersumber dari sisa-sisa makanan dan menjadi tempat bersarangnya bakteri. Ketika bakteri menyerang dapat menimbulkan peradangan lalu menyebar ke sinus

5. Kelainan bawaan
Penyakit sinus bisa karena adanya kelainan bawaan atau cedera sejak lahir atau kelainan tulang hidung karena terjadi kelakaan dan lainnya.

6. Kekebalan Tubuh Lemah
Pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, misalnya pasien yang terkena HIV atau sedang menjalani kemoterapi, mudah terkena sinus karena mereka lebih rawan terkena infeksi.

Baca : Cara Mengatasi Masuk Angin Penyebab Dan Gejalanya

Penyebab sinusitis terutama mikroorganisme bisa masuk dalam hidung kapan saja yang kemudian menimbulkan reaksi tubuh untuk menghambat atau mengusir kuman yang masuk. Terlebih jika rongga hidung terus mengeluarkan cairan dan menumpuk akan memudahkan bakteri berkembang biak

Advertisement
KOMENTAR ANDA