Tanda Orang Meninggal Dalam Keadaan Khusnul Khotimah

Pengertian dan tanda-tanda orang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah –  Khusnul Khotimah berasal dari kata ‘Hasan’ (bahasa arab : حسن berarti ‘baik’) Khotimah الخَاتِمَة berarti ‘Akhir’ Jadi pengertian Husnul Khotimah adalah berakhir baik atau meninggal dalam keadaan yang terbaik. Penulisan kata yang benar Husnul bukan Khusnul yang berarti terhina. Jika ditulis dengan Khusnul Khotimah berarti mati dalam keadaan terhina

Meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah adalah keinginan semua ummat karena merupakan sebuah gambaran atau kondisi dimana seorang beriman telah diberi hidayah dan taufiq oleh Allah Swt sebelum maut menjemputnya. Sehingga orang seperti itu biasanya selalu berbuat kebaikan dan meninggalkan perbuatan buruk yang dapat mendatangkan kemurka’an dari Allah SWT.

Baca : Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Masih Hidup

tanda-tanda meninggal khusnul khotimah

Istilah Husnul Khotimah digunakan sebagai bentuk pengingat sekaligus ajakan pada diri sendiri untuk selalu berbuat kebaikan dan beribadah kepada Allah SWT sampai ajal menjemput. Hal terpenting yang harus dilakukan selalu bertobat dari semua kesalahan yang pernah dilakukan.

Untuk bisa meraih predikit sebagai Husnul Khotimah seseorang harus senantiasa melakukan tobat kepada Allah. Sedamngkan isyarat bahwa seseorang itu telah menuju jalan Khusnul Khotimah adalah senantiasa melakukan perbuatan-perbuatan terpuji dimasa hidupnya, banyak beramal shaleh, bersedekah, membantu orang tidak mampu serta berbuat kebajikan lainnya.

Pertanyaannya, Bagaimana jika seseorang yang selalu melakukan maksiat tapi ketika akan meninggal ia berbuat baik? Apakah masuk dalam kategori husnul khotimah? Jika perbuatan baik dilakukan untuk bertobat, karena taubat termasuk jalan yang diberikan Allah bagi orang yang melakukan kesalahan, maka perbuatan keji yang pernah dilakukan dalam hidup akan diampuni oleh Allah. Dengan demikian diharapkan orang seperti itu bisa memperoleh husnol khotimah.

 

Adapun ciri atau tanda-tanda Husnul Khotimah:

1. Mengucap Laailaaha Illallah

Orang yang meninggal mengucap syahadad atau Laailaaha Illallah dicirikan sebagai orang yang meninggal dalam keadaan baik.

2. Mengeluarkan keringan di kening

Disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW, bahwa “Orang yang beriman itu meninggal dengan keringat di dahi”

berkeringat di dahi

Para ulama’ menafsirkan penyebab keringat di dahi bagi orang mu’min yang meninggal :

  • Kerja keras yang ditunjukkan orang mu’min dalam melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah serta menjauhi larangan-Nya semasa hidupnya, membuatnya berkeringat ketika akan meninggal (sakaratul maut)
  • Ketika orang mu’min akan meninggal, ia mendapatkan kabar gembira tentang balasan yang akan diterimanya dari kebaikan yang dilakukan. Namun ia merasa malu dan tidak pantas dengan keadaan dirinya, maka dia berkeringat.
  • Sebagai tanda bahwa orang itu meninggaldalam keadaan Husnul Khotimah
  • Orang mu’min yang akan meninggal merasakan penderitaan ketika menghadapi kematian (sakaratul maut) karena itu berkeringat. Penderitaan yang dirasakan orang beriman saat menjelang ajal sebagai bentuk penghapusan dosa-dosa yang tersisa sehingga bisa meninggal dunia dalam keadaan bersih

Hal itu telah dijelaskan oleh Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud Radhiyallaahu ‘anhu :

3. Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari jum’at (siang)

Berdasarkan hadits Nabi SAW :

meninggal hari jum'at khusnul khotimah

4. Orang yang meninggal akibat terkena penyakit tho’un (penyakit wabah atau sampar) atau saat ini dikenal dengan nama Lepra. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang biasa menyerang dan menginfeksi saraf perifer. Secara medis penyakit ini sudah bisa diobati.

Sesuai Hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam;

husnul khatimah karena penyakit tha'un

5. Meninggal karena sakit perut Insyaallah menjadi akhir hidup yang baik (husnul khatimah). Beberapa jenis penyakit perut seperti Kolera, disentri, ginjal, usus buntu, liver, maag, kanker usus dan lain-lain

Sesuai dengan Hadts Nabi SAW disebutkan :

sakit perut

6. Meninggal karena tenggelam
7. Meninggalkarena terkena reruntuhan bangunan
8. Meninggal dijalan Allah (Fii sabiilillah)

Pengertian dijalan Allah memiliki arti luas seperti orang yang sedang berdakwah, mengajar ilmu agama dan lain-lain

Disebutkan dalam Hadits Nabi Shallahu ‘Alaihi Wasallam

meninggal terkena reruntuhan dan tenggelam

9. Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan. Jadi wanita meninggal karena melahirkan masuk dalam kategori mati syahid dan khusnul  khotimah.

Sesuai sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam ;

Meninggal karena melahirkan

10. Meninggalkan karena mempertahankan hartanya yang sah dan membela kehormatannya dari dari orang-orang jahat

Sesuai dengan sabda nabi yang dirawayatkan oleh Abu Hurairah RA:

meninggal karena membela harta

11. Meninggal dalam keadaan melakukan kebaikan seperti ketika melakukan shalat, sedang berhaji, dalam keadaan puasa, sedang bersedekah dan lain-lain.

Dalam hadits disebutkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

meninggal saat melakukan amal sholeh

12. Meninggal karena terbakar dan penyakit TBC (Tuberculosis)

meninggal karena tbc dan terbakar

Orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah Insyallah akan mendapatkan kebaikan dari Allah SWT. Wallahu ‘Alam

Advertisement
KOMENTAR ANDA